Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, menjadi calon desa mitra yang dipilih oleh PK IMM FIK UMS dalam usulan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026. Pada pengusulan ini, PK IMM FIK UMS mengangkat topik Desa Wirausaha dengan perhatian utama pada penguatan kapasitas ibu rumah tangga melalui pengembangan usaha olahan berbasis komoditas lokal desa.
Pemilihan Desa Musuk berangkat dari potensi lokal yang cukup kuat, terutama pada komoditas alpukat dan susu sapi perah. Desa ini berada di kawasan dataran tinggi lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu dengan tanah yang subur dan iklim yang sejuk, sehingga mendukung kegiatan pertanian dan peternakan. Jumlah penduduknya mencapai sekitar 5.601 jiwa yang tersebar dalam 1.937 kepala keluarga, dengan sebagian besar masyarakat bekerja pada sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Salah satu kekuatan Desa Musuk terlihat pada komoditas alpukat yang banyak ditanam di pekarangan dan kebun warga. Dari hasil survei, satu pohon alpukat dapat menghasilkan sekitar 250 kilogram dalam satu musim panen. Namun, sebagian besar alpukat masih dijual dalam bentuk buah segar kepada pengepul dengan harga sekitar Rp6.000–Rp8.000 per kilogram, sehingga potensi nilai tambahnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Kondisi serupa juga terlihat pada sektor susu sapi perah yang menjadi penopang ekonomi warga, terutama di wilayah Tirtohardi Barat. Setiap ekor sapi perah mampu menghasilkan sekitar 10 liter susu per hari, tetapi selama ini susu masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku dengan harga sekitar Rp7.900 per liter.
Di balik kekayaan komoditas tersebut, Desa Musuk juga menghadapi persoalan sosial ekonomi yang cukup nyata. Di Dukuh Tirtohardi Barat, sekitar 70 persen ibu rumah tangga disebut belum memiliki penghasilan setelah tidak lagi bekerja di pabrik. Pada saat yang sama, 90 persen ibu rumah tangga di wilayah itu memiliki pohon alpukat, dan sekitar 60 persen di antaranya memiliki suami yang bekerja sebagai peternak sapi perah. Kombinasi ini menunjukkan bahwa Desa Musuk sebenarnya memiliki bahan baku, tenaga masyarakat, dan peluang usaha, tetapi belum sepenuhnya terhubung dalam sistem ekonomi yang produktif.
Kondisi itulah yang membuat Desa Musuk dipandang relevan sebagai calon desa mitra pada topik Desa Wirausaha. Tantangan yang dihadapi desa bukan terletak pada ketiadaan potensi, melainkan pada belum optimalnya pengolahan komoditas lokal, keterbatasan keterampilan produksi dan manajemen usaha, minimnya pemasaran digital, belum tersedianya fasilitas produksi bersama, serta belum kuatnya dukungan kelembagaan desa dalam pengembangan usaha masyarakat. Dengan kata lain, Musuk memiliki fondasi ekonomi lokal yang kuat, tetapi masih memerlukan penguatan agar potensi yang ada dapat benar-benar menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Berangkat dari situ, arah pemberdayaan yang disiapkan PK IMM FIK UMS berfokus pada transformasi ibu rumah tangga menjadi pelaku usaha melalui pengembangan produk olahan berbahan alpukat dan susu. Inovasi yang dirancang meliputi yogurt alpukat, selai alpukat, dan teh daun alpukat, disertai pelatihan produksi, manajemen usaha, pencatatan keuangan, pemasaran digital, hingga penguatan kemitraan dengan BUMDes, Koperasi Merah Putih, KUD, dan pelaku UMKM desa. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengembangan Desa Wirausaha di Musuk tidak hanya berhenti pada pelatihan keterampilan, tetapi juga diarahkan pada pembentukan ekosistem usaha yang lebih hidup dan terorganisir.
Program ini juga menempatkan ibu rumah tangga sebagai pusat penggerak perubahan ekonomi desa. Sasaran utamanya adalah ibu rumah tangga di Dukuh Tirtohardi Barat yang selama ini belum memiliki penghasilan tetap, tetapi memiliki kedekatan langsung dengan komoditas alpukat dan susu. Dengan dukungan pelatihan, sentra produksi sederhana, dan pemasaran berbasis digital, Desa Musuk dinilai memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi ruang wirausaha desa yang bertumpu pada kekuatan masyarakatnya sendiri.
Dengan potensi alpukat yang melimpah, produksi susu sapi perah yang stabil, serta peluang pemberdayaan perempuan yang cukup besar, Desa Musuk memiliki landasan yang kuat untuk dikembangkan melalui pendekatan Desa Wirausaha. Inilah yang menjadikan PK IMM FIK UMS memilih Desa Musuk sebagai calon desa mitra dalam usulan PPK Ormawa 2026.
