
Klaten, 11 Juni 2026 — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi membuka Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bertajuk “Kalibuntung Resilien: Pemberdayaan Masyarakat melalui Sistem Ketangguhan Banjir Terintegrasi Berbasis Teknologi Tepat Guna dan Inklusi menuju Desa Carikan Tangguh Bencana.” Kegiatan pembukaan dilaksanakan di Balai Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Program ini hadir sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui penguatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko banjir. Desa Carikan menjadi wilayah sasaran karena berada di sekitar aliran Kali Buntung dan hampir setiap tahun menghadapi ancaman banjir. Kondisi tersebut juga diperparah oleh persoalan pengelolaan sampah yang belum optimal.
Ketua Tim PPK Ormawa IMM FKIP UMS, Damar Yekti Calista Farica Mariono, menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar melalui kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Menurutnya, program ini menjadi langkah awal untuk membangun kapasitas warga dalam menghadapi risiko bencana, sekaligus menghadirkan solusi berbasis teknologi tepat guna yang dapat diterapkan secara langsung di lingkungan masyarakat.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh 27 warga Desa Carikan, tim pelaksana dan pendukung PPK Ormawa IMM FKIP UMS, perwakilan organisasi kemahasiswaan, serta Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS. Program ini juga selaras dengan komitmen SDGs Center UMS dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama pada pencapaian SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Kepala Desa Carikan, Katiyono, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa melalui PPK Ormawa sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, mengingat banjir masih menjadi persoalan rutin yang dihadapi warga. Selain faktor lokasi desa yang berada di sekitar Kali Buntung, kebiasaan membuang sampah sembarangan juga menjadi tantangan yang perlu diselesaikan bersama.
Dosen pendamping program, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., turut menegaskan bahwa PPK Ormawa merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam menjawab persoalan masyarakat. Sementara itu, Ir. Muhammad Alfatih, S.T., M.T., selaku Kasubdit Talenta, Inovasi, dan Prestasi UMS yang mewakili DKPTI UMS, menjelaskan tujuan serta mekanisme pelaksanaan PPK Ormawa. Ia juga menyampaikan bahwa hasil program nantinya akan diikutsertakan dalam ajang Abdidaya Ormawa, sebagai bentuk apresiasi terhadap program pemberdayaan masyarakat terbaik yang dijalankan organisasi kemahasiswaan.

Dalam sesi teknis, tim pelaksana memaparkan konsep Kalibuntung Resilien sebagai sistem ketangguhan banjir yang mengintegrasikan teknologi tepat guna dan pendekatan inklusif. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mitigasi bencana, memperkuat kesiapsiagaan warga, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat selama masa pengabdian.
Sebagai tahapan awal, tim pelaksana juga mengadakan pretest kepada peserta yang hadir. Pretest ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko banjir sebelum program dijalankan. Hasilnya akan menjadi data dasar untuk melihat efektivitas program dalam meningkatkan pemahaman warga terkait mitigasi bencana.
Melalui Program Kalibuntung Resilien, IMM FKIP UMS berharap dapat membangun sinergi yang kuat bersama pemerintah desa dan masyarakat. Program ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian mahasiswa, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta terwujudnya Desa Carikan yang lebih tangguh terhadap risiko banjir.
