
KLATEN — Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi komoditas tempe yang kuat. Namun, kekuatan produksi tidak selalu otomatis berbanding lurus dengan daya saing pasar—terutama saat pola belanja dan promosi bergerak ke ranah digital. Dari titik inilah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui HMP PTI FKIP UMS menjalankan program pemberdayaan bertajuk “Penguatan Desa Wirausaha Berbasis Komoditas Tempe Melalui Digitalisasi” dalam skema PPK Ormawa yang didanai Belmawa.
Program yang dirancang selama tiga bulan ini membidik dua pekerjaan besar sekaligus: menguatkan nilai tambah produk dan memperluas akses pasar. Pada tahap awal, tim melakukan sosialisasi program di Balai Desa Sentono bersama perangkat desa dan pendamping kampus, menegaskan bahwa arah utama program adalah membantu pelaku UMKM tempe beradaptasi di era digital melalui penerapan teknologi dalam sistem pemasaran.
Di sisi penguatan produk, mahasiswa mengadakan pelatihan pengolahan tempe menjadi varian bernilai jual, salah satunya nugget tempe ayam yang menggabungkan protein nabati dan hewani serta dirancang sebagai produk bergizi tanpa bahan pengawet. Pelatihan dilakukan dari proses persiapan bahan hingga teknik penyimpanan dan pengemasan sederhana, bahkan warga ikut memberi masukan terkait komposisi tempe agar rasa dan tekstur sesuai selera pasar lokal.
Sementara pada sisi penguatan pasar, program menyiapkan warga agar tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga mampu menjual. Rangkaian kegiatan mencakup pelatihan digital marketing, pembuatan konten promosi, hingga pengembangan website dan sistem pemesanan online yang dapat dikelola masyarakat secara mandiri. Bahkan pada tahap lanjutan, platform digital desa didorong menjadi ekosistem promosi yang bisa terhubung dengan media sosial untuk memperluas jangkauan.
Kepala Desa Sentono, Triyana, menyambut baik program ini karena membuka peluang lahirnya produk khas desa yang lebih siap dipasarkan. Harapannya, penguatan produk dan promosi digital berjalan beriringan sehingga UMKM tempe Sentono dapat “naik kelas” dan desa bergerak menuju model desa wirausaha berbasis teknologi.
Dengan pendekatan tersebut, program PPK Ormawa HMP PTI FKIP UMS tidak berhenti pada pelatihan sesaat, melainkan membangun rantai lengkap: inovasi olahan tempe → peningkatan keterampilan produksi → kesiapan promosi digital → perluasan pasar, agar dampaknya bisa berlanjut setelah pendampingan selesai.
