PPK Ormawa IMM FIK UMS Gelar Pelatihan Olahan Alpukat untuk Tingkatkan Nilai Ekonomi Potensi Lokal Desa Musuk

Desa Musuk, Boyolali — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan pelatihan pengolahan buah dan daun alpukat menjadi produk bernilai tambah berupa selai buah alpukat dan teh daun alpukat. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 11 Juli di Balai Desa Musuk ini melibatkan masyarakat desa, khususnya ibu rumah tangga, sebagai upaya meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan potensi lokal.

Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan inovasi produk berbasis hasil pertanian desa. Selama ini, buah alpukat di Desa Musuk lebih banyak dimanfaatkan dalam bentuk segar, sementara bagian daun alpukat belum banyak diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan wawasan mengenai peluang pengembangan produk olahan alpukat yang berpotensi menjadi usaha berbasis potensi lokal.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai bahan dan tahapan pembuatan selai buah alpukat serta teh daun alpukat. Peserta diberikan pemahaman terkait pemilihan bahan baku, fungsi setiap bahan dalam proses produksi, hingga penerapan sanitasi dan higiene untuk menghasilkan produk pangan yang aman dan berkualitas.

Setelah sesi materi, tim PPK Ormawa IMM FIK UMS melakukan demonstrasi proses pembuatan produk secara langsung. Demonstrasi mencakup seluruh tahapan pengolahan, mulai dari persiapan bahan, proses produksi, hingga pengemasan sederhana. Melalui metode praktik langsung, peserta dapat memahami teknik pengolahan dengan lebih mudah dan aplikatif.

Peserta kemudian mengikuti praktik pembuatan selai buah alpukat dan teh daun alpukat secara mandiri dengan pendampingan dari tim PPK Ormawa. Masyarakat dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengolah bahan sesuai tahapan yang telah dipraktikkan sebelumnya. Pendampingan diberikan selama proses berlangsung agar peserta mampu memahami teknik produksi serta dapat menerapkannya secara mandiri setelah kegiatan selesai.

Melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Musuk diharapkan mampu mengembangkan keterampilan dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk inovatif yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga membuka wawasan masyarakat mengenai peluang kewirausahaan berbasis potensi desa.

Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan uji organoleptik terhadap produk hasil praktik peserta, penyerahan produk olahan kepada masyarakat, serta dokumentasi bersama. Tim PPK Ormawa IMM FIK UMS berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan produk unggulan desa berbasis olahan alpukat yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Scroll to Top