Angkat Potensi Lokal Desa, UMS Bersinergi dengan Pemkab Boyolali Dorong Pembangunan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Boyolali — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmen dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Boyolali. Sinergi tersebut diwujudkan melalui audiensi pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 yang menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi pemberdayaan desa.

Kegiatan audiensi yang berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali tersebut menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan mahasiswa UMS dengan arah pembangunan daerah. Melalui kolaborasi ini, berbagai potensi desa diharapkan dapat dioptimalkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI) UMS, Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., menyampaikan bahwa UMS berhasil meloloskan lima tim PPK Ormawa yang memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tahun 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen UMS dalam mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Menurut Ahmad Kholid, PPK Ormawa tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung melalui interaksi bersama masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga belajar langsung bersama masyarakat. Mereka mengimplementasikan ilmu yang dimiliki sekaligus mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan menyelesaikan persoalan di lapangan,” ujarnya.

Pada pelaksanaannya, setiap tim PPK Ormawa UMS mengembangkan program sesuai dengan potensi dan kebutuhan desa mitra. Salah satunya adalah program Musuk Ibupreneur Village yang dikembangkan oleh Tim PPK Ormawa IMM Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS di Desa Musuk, Boyolali. Program tersebut berfokus pada pemberdayaan ibu rumah tangga melalui inovasi produk olahan alpukat dan susu berbasis agroindustri kreatif, disertai pendampingan manajemen usaha, pemasaran digital, legalitas produk, hingga penguatan kelompok usaha masyarakat.

Selain itu, Tim PPK Ormawa IMM Fakultas Psikologi UMS menghadirkan program Catur CERDAS di Desa Catur yang berfokus pada penguatan potensi masyarakat melalui sektor pertanian, literasi, digitalisasi UMKM, kesehatan mental, pelestarian budaya, serta pemberdayaan generasi muda. Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) UMS mengembangkan program Seboto Smart Farming di Desa Seboto melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung budidaya kopi berbasis data.

Kolaborasi antara UMS dan Pemerintah Kabupaten Boyolali mendapat sambutan positif sebagai upaya memperkuat pembangunan daerah berbasis inovasi. Kepala Bapperida Kabupaten Boyolali, Khusnul Hadi, menyampaikan harapan agar program-program mahasiswa dapat berjalan selaras dengan prioritas pembangunan daerah sehingga mampu mengoptimalkan potensi desa dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kasubdit Talenta, Inovasi, dan Prestasi DKPTI UMS, Muhammad Al Fatih Hendrawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan PPK Ormawa berlangsung selama empat bulan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari dosen pendamping, universitas, pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat. Dukungan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, UMS berharap program PPK Ormawa tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian mahasiswa, tetapi juga mampu menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Berbagai inovasi yang dikembangkan diharapkan dapat memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.

Scroll to Top