Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, menjadi calon desa mitra yang dipilih oleh PK IMM Siti Munjiyah FKIP UMS dalam usulan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026. Melalui gagasan bertajuk Kalibuntung Resilien, ormawa ini mengusung topik Desa Konservasi dan Tangguh Bencana dengan menitikberatkan pada penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi banjir secara lebih terstruktur, inklusif, dan berbasis teknologi.
Pemilihan Desa Carikan berangkat dari kondisi wilayahnya yang memang dekat dengan persoalan banjir. Desa ini merupakan dataran rendah yang dibelah oleh Sungai Kalibuntung dan terhubung dengan aliran Bengawan Solo. Letak geografis tersebut menjadikan Carikan sebagai salah satu wilayah yang rawan terdampak banjir, terutama saat curah hujan tinggi. Di desa ini, terdapat delapan dukuh yang masuk kawasan rawan banjir, yakni Carikan, Pacing Tengah, Pacing Wetan, Gulon, Ngemplak, Padangan, Tuwanan, dan Cabeyan, dengan total 831 kepala keluarga terdampak.
Tidak hanya dipengaruhi kondisi alam, kerentanan banjir di Desa Carikan juga berkaitan dengan sejumlah persoalan lain yang saling bertumpuk. Pendangkalan sungai, penyempitan badan sungai, pembuangan sampah di aliran sungai, belum terbentuknya struktur relawan banjir yang formal, hingga tingginya curah hujan menjadi tantangan yang selama ini dihadapi masyarakat. Banjir besar yang pernah terjadi pada 2021 bahkan dilaporkan mencapai lebih dari satu meter dan merendam permukiman serta fasilitas umum desa.
Hal lain yang menjadikan Desa Carikan penting untuk mendapat perhatian adalah keberadaan kelompok rentan yang cukup besar. Desa ini memiliki 27 warga penyandang disabilitas dan 243 warga lansia yang membutuhkan perlindungan lebih saat bencana datang. Dalam situasi banjir, kelompok ini membutuhkan pendampingan tambahan, baik dalam proses evakuasi, akses informasi kebencanaan, maupun penanganan saat tanggap darurat. Karena itu, penguatan ketangguhan desa di Carikan tidak hanya berbicara soal penanganan banjir, tetapi juga tentang bagaimana membangun sistem yang benar-benar ramah bagi warga rentan.
Di balik tantangan tersebut, Desa Carikan juga memiliki modal sosial yang kuat. Sebanyak 41 relawan desa dari berbagai kelompok usia selama ini telah bergerak secara organik membantu warga saat banjir terjadi. Pemerintah desa pun menyediakan fasilitas yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi evakuasi. Dukungan regulasi di tingkat daerah juga turut menguatkan arah penanganan bencana yang lebih inklusif, khususnya dalam perlindungan kelompok rentan. Kondisi inilah yang membuat Desa Carikan dinilai memiliki kebutuhan nyata sekaligus potensi kuat untuk dikembangkan sebagai desa yang lebih tangguh.
Melalui topik Desa Konservasi dan Tangguh Bencana, PK IMM Siti Munjiyah FKIP UMS menyiapkan langkah pemberdayaan yang berfokus pada sistem siaga banjir, penguatan relawan, perlindungan kelompok rentan, edukasi kesiapsiagaan, serta pemetaan risiko banjir secara partisipatif. Arah ini menunjukkan bahwa Desa Carikan tidak hanya dipandang sebagai wilayah yang memiliki masalah, tetapi juga sebagai desa yang memiliki kesiapan untuk bertumbuh melalui kolaborasi, teknologi tepat guna, dan pemberdayaan masyarakat.
