Desa Blimbing, Ruang Tumbuh Desa Sehat dengan Penguatan Kesehatan Keluarga

Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, menjadi calon desa mitra yang dipilih oleh Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (PRISMA) UMS dalam usulan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan 2026. Pada pengusulan ini, PRISMA UMS mengangkat topik Desa Sehat dengan fokus pada penguatan kewaspadaan kesehatan keluarga melalui edukasi ibu, perbaikan sanitasi, dan pengembangan pangan mandiri berbasis potensi desa.

Pemilihan Desa Blimbing berangkat dari kondisi desa yang memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan sebagai desa sehat. Desa ini terdiri atas 11 RW, 24 RT, dan 10 dusun, dengan jumlah penduduk mencapai 5.844 jiwa. Dari sisi kelembagaan dan sumber daya masyarakat, Blimbing memiliki 9 posyandu, 50 kader kesehatan, 20 anggota PKK, 1 bidan desa, serta kelompok wanita tani dan lahan pekarangan yang dapat dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Potensi-potensi inilah yang menjadi modal awal bagi penguatan kesehatan masyarakat desa.

Di balik potensi tersebut, Desa Blimbing juga menghadapi persoalan kesehatan yang cukup serius. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan dan data kesehatan setempat, desa ini memiliki prevalensi stunting tertinggi di Kecamatan Gatak, dengan indikator BB/U sebesar 18,6 persen, TB/U sebesar 14,8 persen, dan BB/TB sebesar 8,0 persen. Selain itu, tercatat 175 kasus diare akut, yang menunjukkan bahwa persoalan kesehatan keluarga dan lingkungan masih menjadi tantangan nyata di desa ini. Dalam hasil wawancara lanjutan juga disebutkan adanya 109 anak yang masuk dalam kategori stunting, sehingga penguatan intervensi kesehatan ibu dan anak menjadi kebutuhan mendesak.

Permasalahan tersebut tidak berdiri sendiri. Rendahnya pengetahuan ibu terkait gizi, pola asuh anak, dan pencegahan stunting masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan keluarga. Di sisi lain, praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat belum berjalan optimal, termasuk persoalan pengelolaan sampah dan belum meratanya kepemilikan jamban sehat. Kondisi sanitasi seperti ini turut memperbesar risiko penyakit diare yang berulang di tengah masyarakat. Dengan kata lain, tantangan kesehatan di Desa Blimbing tidak hanya berkaitan dengan layanan medis, tetapi juga dengan perilaku, literasi kesehatan, dan kualitas lingkungan hidup sehari-hari.

Desa Blimbing juga memiliki peluang pengembangan yang kuat pada sektor pangan mandiri. Keberadaan 3 titik lahan Kelompok Wanita Tani dengan sekitar 30 anggota per kelompok, serta 3 lahan pekarangan dan pertanian desa yang belum dimanfaatkan optimal, menunjukkan adanya ruang besar untuk membangun sumber pangan bergizi dari desa sendiri. Potensi pangan lokal, tanaman obat keluarga, dan sistem budidaya terpadu dinilai dapat menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan keluarga sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Kondisi inilah yang menjadikan Desa Blimbing relevan sebagai calon desa mitra pada topik Desa Sehat. Desa ini tidak kekurangan potensi, tetapi membutuhkan penguatan yang lebih terarah agar sumber daya yang sudah ada benar-benar terhubung dengan kebutuhan masyarakat. Arah penguatan yang disiapkan PRISMA UMS dibangun melalui program Kelas Ibu Anti Stunting (KIAS), Kelas Ibu Atasi Diare (KIAD), media edukasi berbasis Augmented Reality (ARES), fasilitas sanitasi SEKAKI, gerakan lingkungan RINDANG, serta pengembangan ekosistem pangan mandiri B-SMART. Pendekatan ini menunjukkan bahwa upaya menuju desa sehat di Blimbing dirancang secara terpadu, mulai dari edukasi keluarga hingga penguatan lingkungan dan pangan bergizi.

Selain itu, penguatan kelembagaan juga menjadi bagian penting dalam pemilihan Desa Blimbing. Program yang dirancang tidak hanya berfokus pada kegiatan jangka pendek, tetapi juga pada pembentukan kelompok Ibu Sigap sebagai penggerak keberlanjutan edukasi kesehatan di tingkat desa. Dengan dukungan bidan desa, kader kesehatan, PKK, KWT, Karang Taruna, serta Puskesmas Gatak, Desa Blimbing dinilai memiliki peluang besar untuk membangun sistem kesehatan keluarga yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dengan potensi kelembagaan kesehatan yang sudah ada, dukungan lahan untuk pangan mandiri, serta kebutuhan nyata pada isu stunting, diare, dan sanitasi, Desa Blimbing memiliki landasan yang kuat untuk dikembangkan sebagai desa sehat berbasis keluarga. Inilah yang menjadikan PRISMA UMS memilih Desa Blimbing sebagai calon desa mitra dalam usulan PPK Ormawa 2026.

Scroll to Top