Menatap Potensi Desa Jatisobo, dari UMKM Lokal ke Pemasaran Digital

Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, menjadi calon desa mitra yang dipilih oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) UMS dalam usulan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026. Pada usulan ini, HIMAKOM UMS mengangkat topik Desa Wirausaha dengan fokus pada penguatan ekosistem pemasaran digital UMKM berbasis komunitas untuk mendorong kemandirian ekonomi desa.

Pemilihan Desa Jatisobo berangkat dari potensi ekonomi lokal yang sudah tumbuh, tetapi masih memerlukan penguatan agar mampu berkembang lebih luas. Desa ini memiliki sekitar 20 pelaku UMKM aktif yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari olahan rambak, telur asin, makanan rumahan, hingga usaha konveksi dan perdagangan kecil. Aktivitas usaha tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Jatisobo memiliki semangat kewirausahaan yang cukup kuat dan layak dikembangkan melalui strategi pemasaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Secara umum, Desa Jatisobo juga memiliki sumber daya manusia yang cukup besar. Jumlah penduduknya mencapai sekitar 5.245 jiwa dengan komposisi yang relatif seimbang. Sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pertanian dan buruh tani, sementara sebagian lainnya telah memiliki keterampilan dasar dalam usaha mandiri. Kondisi ini membuat Desa Jatisobo memiliki fondasi yang kuat untuk bertumbuh tidak hanya sebagai desa agraris, tetapi juga sebagai desa yang mampu mengembangkan ekonomi kreatif dan usaha berbasis masyarakat.

Di bidang ekonomi lokal, geliat UMKM di Desa Jatisobo sebenarnya sudah terlihat. Beberapa usaha mampu mencatat omzet sekitar Rp4 juta hingga Rp6 juta per bulan, tergantung jenis produk dan permintaan pasar. Namun, potensi ini belum sepenuhnya berkembang optimal karena sebagian besar proses produksi masih dilakukan secara manual, kemasan produk masih sederhana, dan pemasaran masih bertumpu pada cara-cara konvensional seperti pasar lokal, toko sekitar, bazar, dan pesanan langsung. Akibatnya, jangkauan pasar produk desa masih terbatas dan daya saing produk belum maksimal.

Persoalan utama yang dihadapi Desa Jatisobo tidak hanya terletak pada produksi, tetapi juga pada lemahnya ekosistem pemasaran digital. Produk-produk UMKM desa belum dikenal luas, strategi branding belum kuat, pemanfaatan media sosial dan marketplace belum berjalan optimal, dan pendampingan usaha masih terbatas. Di sisi lain, potensi pemuda desa dalam mendukung inovasi dan digitalisasi UMKM juga belum dimanfaatkan secara maksimal. Kondisi inilah yang kemudian menjadikan Jatisobo relevan sebagai calon desa mitra dalam penguatan desa berbasis kewirausahaan.

Desa Jatisobo juga memiliki modal kelembagaan yang penting untuk mendukung pengembangan ekonomi desa. Kehadiran BUMDes Jatisobo Maju Mulyo menjadi salah satu pijakan yang dapat diperkuat dalam pengelolaan usaha lokal, meskipun masih menghadapi tantangan pada aspek modal operasional, manajemen usaha, dan pemanfaatan teknologi. Selain itu, keterlibatan pemuda desa dan Karang Taruna dinilai memiliki peran strategis untuk menjadi penggerak promosi digital dan pendamping usaha berbasis komunitas.

Melihat kondisi tersebut, arah penguatan yang diusung HIMAKOM UMS menitikberatkan pada pengembangan pemasaran digital UMKM melalui pelatihan digital marketing, pendampingan penggunaan media sosial dan marketplace, pembuatan konten promosi kreatif, penguatan branding produk, hingga pembentukan komunitas pemuda digital desa. Selain itu, dirancang pula pengembangan payung brand kolektif “SOBO MART” serta sistem pemasaran digital melalui SoboMart.id sebagai upaya membangun identitas dan etalase bersama bagi produk-produk unggulan Desa Jatisobo.

Langkah ini sejalan dengan kebutuhan desa untuk memperluas pasar, meningkatkan omzet usaha, dan membuka ruang keterlibatan yang lebih besar bagi masyarakat usia produktif. Melalui pendekatan tersebut, Desa Jatisobo tidak hanya dipandang sebagai desa yang memiliki pelaku usaha, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi ekosistem wirausaha desa yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan siap beradaptasi dengan pasar digital.

Dengan potensi UMKM yang sudah hidup, dukungan masyarakat, serta peluang pengembangan digital yang masih sangat terbuka, Desa Jatisobo dinilai memiliki landasan yang kuat untuk diarahkan menjadi desa yang lebih mandiri secara ekonomi. Inilah yang menjadikan HIMAKOM UMS memilih Jatisobo sebagai calon desa mitra dalam usulan PPK Ormawa 2026 pada topik Desa Wirausaha.

Scroll to Top