UMS Ditunjuk sebagai Host Visitasi PPK Ormawa 2025, Tiga Tim Nasional Ikuti Proses Evaluasi

SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mendapatkan kepercayaan di tingkat nasional dengan ditetapkan sebagai host pelaksanaan Visitasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025. Penetapan tersebut tertuang dalam surat resmi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 4278/B2/RHS/DT.01.01/2025 tertanggal 22 Oktober 2025.

Sebagai perguruan tinggi host, UMS menjadi lokasi awal rangkaian visitasi yang diawali dengan sesi wawancara dan klarifikasi program di tingkat perguruan tinggi, sebelum tim visitasi melanjutkan kunjungan lapangan ke desa atau kelurahan mitra PPK Ormawa. Penunjukan ini menegaskan posisi UMS sebagai kampus dengan tata kelola dan pelaksanaan PPK Ormawa yang dinilai siap dievaluasi secara nasional.

Dalam lampiran surat tersebut, tercantum tiga tim PPK Ormawa yang mengikuti visitasi di bawah koordinasi host UMS, yaitu:

  1. Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta
    dengan program:
    PETRACURE (Pojok Literasi Art Experience dan Cultural Entrepreneur) sebagai Akselerasi Pendidikan Nonformal Inklusif melalui Revitalisasi Perpustakaan Kampung Serengan.

  2. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
    dengan program:
    Transformasi Menuju Desa Cerdas Terintegrasi: Pendekatan Kontekstual melalui Optimalisasi Kapasitas Masyarakat Desa Jagoan.

  3. Universitas Veteran Bangun Nusantara
    dengan program:
    Peningkatan Kesadaran Masyarakat Desa Karangwuni melalui Program Kampung Iklim sebagai Pelopor Desa Tangguh Bencana.

Ketiga tim tersebut menjalani proses visitasi yang melibatkan pimpinan perguruan tinggi, dosen pendamping, ketua tim pelaksana, ketua Ormawa, serta perwakilan mitra desa atau masyarakat sasaran. Proses ini bertujuan untuk menilai kesesuaian pelaksanaan program dengan proposal, capaian luaran, dampak terhadap masyarakat, serta keberlanjutan program setelah pendampingan mahasiswa berakhir.

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan dalam suratnya juga menekankan agar pelaksanaan visitasi difokuskan pada substansi program, bukan aspek seremonial. Oleh karena itu, perguruan tinggi dan mitra desa diminta tidak mengadakan acara penyambutan formal, melainkan memastikan efektivitas waktu dan kelancaran evaluasi lapangan.

Penunjukan UMS sebagai host visitasi PPK Ormawa 2025 sekaligus menjadi pengakuan atas konsistensi kampus dalam mengembangkan ekosistem pengabdian masyarakat berbasis kemahasiswaan. Melalui peran ini, UMS tidak hanya menjalankan program PPK Ormawa, tetapi juga berkontribusi aktif sebagai simpul koordinasi evaluasi nasional dan rujukan praktik baik pemberdayaan masyarakat berbasis Ormawa.

Scroll to Top