BOYOLALI — Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus menguatkan perannya dalam mengawal pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) agar berjalan terarah, berdampak, dan berkelanjutan. Salah satu bentuk pengawalan tersebut terlihat dalam rangkaian pelaksanaan PPK Ormawa di Desa Jagoan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali.
Sebagai unit pengelola kemahasiswaan, DKPTI UMS memastikan bahwa program PPK Ormawa yang dijalankan mahasiswa tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga selaras dengan kebutuhan masyarakat desa dan kebijakan pengabdian kampus. Pendampingan dilakukan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program bersama dosen pendamping dan mitra desa.
Dalam pelaksanaan PPK Ormawa di Desa Jagoan, DKPTI UMS berperan sebagai penghubung antara mahasiswa, dosen, pemerintah desa, serta Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa). Peran koordinatif ini bertujuan menjaga konsistensi program dengan proposal, capaian luaran, serta indikator keberhasilan yang ditetapkan secara nasional.
DKPTI UMS juga menaruh perhatian pada aspek keberlanjutan program. Melalui pendekatan sistem pendukung, DKPTI mendorong agar kegiatan PPK Ormawa tidak berhenti sebagai rangkaian aktivitas jangka pendek, melainkan membentuk kapasitas masyarakat yang dapat terus dikembangkan secara mandiri setelah masa pendampingan mahasiswa berakhir.
Rangkaian visitasi PPK Ormawa oleh Tim Belmawa ke tingkat perguruan tinggi hingga desa mitra menjadi bagian dari proses evaluasi yang dikawal DKPTI UMS. Melalui visitasi tersebut, DKPTI memastikan kesiapan tim mahasiswa, kualitas pendampingan dosen, serta keterlibatan aktif mitra desa dapat ditunjukkan secara komprehensif.
Melalui penguatan peran institusional ini, DKPTI UMS menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pengabdian masyarakat berbasis kemahasiswaan yang terstruktur dan berdampak. Program PPK Ormawa tidak hanya menjadi ruang aktualisasi mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi nyata UMS dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
