
BOYOLALI — Rangkaian Visitasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025 berlanjut ke tahap lapangan. Pada Sabtu, 9 November 2025, Tim Visitor Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) melakukan visitasi langsung ke Desa Jagoan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, yang merupakan desa mitra Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMP PGSD) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Tim Visitor Belmawa yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Ir. Mintarti, M.Si. dan Dewi Setyaningsih, S.Si., M.Sc. Kunjungan lapangan ini menjadi bagian penting dari proses evaluasi nasional untuk melihat secara langsung implementasi program, dampak kegiatan, serta keterlibatan masyarakat dalam program PPK Ormawa yang dijalankan mahasiswa.
Visitasi diawali dengan forum dialog dan pemaparan singkat program “Desa Cerdas” yang dikembangkan oleh HMP PGSD FKIP UMS. Dalam kesempatan tersebut, tim mahasiswa bersama dosen pendamping menjelaskan konsep, tahapan pelaksanaan, serta capaian program yang telah berjalan, termasuk keterlibatan warga desa sebagai mitra aktif dalam setiap kegiatan.
Selanjutnya, Tim Visitor Belmawa melakukan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi kegiatan, sekaligus berdialog dengan perwakilan pemerintah desa dan masyarakat sasaran. Melalui kunjungan ini, tim visitor menilai kesesuaian antara proposal dan pelaksanaan di lapangan, efektivitas program, serta potensi keberlanjutan kegiatan setelah pendampingan mahasiswa berakhir.
Program “Transformasi Menuju Desa Cerdas Terintegrasi” yang dijalankan HMP PGSD FKIP UMS dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat Desa Jagoan melalui pendekatan kontekstual dan partisipatif. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek pendidikan, tetapi juga mencakup penguatan literasi, pengelolaan lingkungan, kesehatan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia desa.
Tim Visitor Belmawa memberikan perhatian khusus pada tingkat partisipasi masyarakat, peran mitra desa, serta dampak nyata program terhadap perubahan perilaku dan tata kelola di tingkat komunitas. Aspek-aspek tersebut menjadi indikator penting dalam penilaian PPK Ormawa sekaligus bagian dari seleksi menuju ajang Abdidaya Ormawa 2025.
Melalui visitasi lapangan ini, Universitas Muhammadiyah Surakarta menegaskan komitmennya dalam mengawal program pengabdian berbasis kemahasiswaan yang tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bukti kolaborasi erat antara mahasiswa, dosen pendamping, pemerintah desa, dan warga dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.
